7 Cara Membuat Tagline Iklan Beserta Contohnya

“Yang penting hepi” kata-kata ini begitu akrab di telinga kalian, bukan? Tak hanya orang dewasa saja yang sering mengucapkannya dalam percakapan sehari-hari, anak-anak dan remaja pun kerap menggunakan frasa tersebut. Frasa “Yang penting hepi” adalah salah satu contoh tagline iklan yang populer di tanah air. Walaupun tidak secara langsung menyebut produk, tagline ini segera mengingatkan kita pada produk rokok Djarum 76. Sebagai produsen rokok, mereka memang tidak diperbolehkan secara langsung menampilkan pesan yang berkaitan dengan produk rokok dalam bentuk iklan apapun.

Tagline iklan merupakan deskripsi pendek yang mampu merepresentasikan brand kalian dan mampu meningkatkan brand awareness.

Dengan kata lain, tagline iklan adalah logo dalam bentuk verbal. Tagline dibutuhkan untuk bisnis apa pun, untuk offline marketing maupun online marketing, termasuk pula toko-toko online yang saat ini sedang menjamur dan bisnis startup. Nah, apakah kalian sudah memiliki tagline untuk bisnis kalian?


7 Cara Membuat Tagline Iklan

Pada  contoh tagline iklan Djarum 76 terlihat bahwa meskipun tampak sederhana, sesungguhnya sama sekali tidak mudah untuk membuat tagline yang gampang diingat. Banyak pebisnis menyerahkan tugas ini sepenuhnya kepada jasa copywriting demi mendapatkan hasil yang optimal. Tentu tak ada salahnya jika kalian ingin mencoba membuat tagline iklan sendiri. Berikut ini cara membuat tagline iklan beserta contohnya.

 

1. Mengenali target konsumen

contoh tagline

photo doc: scholastic.com

Mengenali target konsumen menjadi salah satu langkah untuk membuat tagline. Apa produk atau jasa yang kalian tawarkan? Siapa saja yang menggunakan produk atau jasa tersebut? Jika kalian mampu mengenali target konsumen, maka nantinya tagline yang dihasilkan adalah tagline yang sederhana dan membuat konsumen kalian merasa diistimewakan.

Untuk membuat tagline berbekal target konsumen, cukup tambahkan nama produk atau jasa kalian dan lengkapi dengan target konsumen. Contohnya saja tagline tabloid mingguan Genie  “Bacaan Wanita” atau tagline majalah Gadis “Dunia Cewek, Dunia Gadis”. Kedua contoh tagline ini begitu sederhana dan sangat jelas menyebutkan target konsumennya. Karena itu, tagline tersebut sekaligus berfungsi sebagai penyaring konsumen.

Konsumen para wanita dan gadis segera memahami apa yang ditawarkan, sementara konsumen pria mengerti bahwa tabloid mingguan Genie dan majalah Gadis tidak ditujukan untuk mereka. Tak hanya menjelaskan target konsumen saja, kedua tagline tersebut mengistimewakan kaum wanita dan para gadis dengan menyebutkannya secara khusus. Jika tagline semacam ini digunakan pada toko online, maka waktu kalian tidak akan terbuang sia-sia untuk melayani pertanyaan-pertanyaan dari konsumen di luar target konsumen yang kalian bidik.


Panduan Jitu Cara Melakukan Riset Pasar Untuk Start Bisnis

Panduan lengkap tentang cara riset pasar untuk melakukan analisa terhadap produk yang akan dijual serta mendapatkan kumpulan berbagai data dan saran yang bisa digunakan untuk mengembangkan ide bisnis.


2. Gali keunggulan produk

Cara membuat tagline

photo doc: wikimedia.org

Apakah keunggulan produk atau jasa kalian dibandingkan pesaing? Mengapa konsumen harus membeli produk atau jasa kalian? Menggali keunggulan produk yang unik dan berbeda dari produk sejenis lainnya menjadi cara jitu untuk menciptakan sebuah tagline. Selain menjabarkannya dalam deskripsi produk, kalian bisa memasukkannya ke dalam tagline.

Sebagai contoh tagline dengan keunggulan produk, coba perhatikan tagline majalah Area “The Guide to Everything Jakarta” dan tagline CFC “Bukan Cuma Ayam”. Kedua tagline tersebut menunjukkan keunggulan dari produk yang ditawarkan. Berbeda dari majalah-majalah pada umumnya, majalah Area menawarkan secara khusus petunjuk bagi penduduk lokal Jakarta. Sementara CFC menawarkan menu selain ayam sehingga mereka yang bosan dengan sajian ayam bisa menemukan menu lainnya di CFC.


9 Rahasia Penting dalam Perencanaan Produk Baru yang Pasti Laris

Panduan lengkap dengan rahasia sukses dalam perencanaan produk baru yang sesuai dengan jenis kebutuhan dan target market. Dijamin 90% pasti laris.


3. Tonjolkan manfaat produk

Tagline OLX

photo doc: tempo.co

Seperti halnya tagline dengan target konsumen, tagline yang menonjolkan produk akan membantu kalian menyaring konsumen. Konsumen yang datang nantinya adalah konsumen yang membutuhkan manfaat dari produk atau jasa layanan kalian. Tentunya peluang untuk terjadinya konversi semakin besar pula, bukan?

Untuk membuat tagline dari manfaat produk, buatlah daftar manfaat dari produk atau layanan kalian. Kemudian pilih satu atau dua manfaat yang benar-benar menonjol, banyak dibutuhkan orang dan tidak dimiliki oleh pesaing. Contoh tagline produk Rinso “Membersihkan Paling Bersih” dan tagline OLX “Cara Tepat Jual Cepat”. Tagline produk Rinso menunjukkan bahwa produk Rinso menawarkan manfaat membersihkan yang lebih maksimal dibandingkan produk sejenis lainnya. Sementara tagline OLX menunjukkan manfaat layanan mereka untuk menjual berbagai barang, baik barang baru maupun bekas dengan cepat.

 

4. Memperjelas produk atau jasa layanan yang ditawarkan

Khusus untuk toko online, kalian bisa mulai menciptakan tagline yang sederhana dengan cara memperjelas produk atau jasa layanan yang kalian tawarkan. Jika kalian memiliki beberapa produk atau jasa layanan, gunakan kategori untuk menyebut produk atau jasa layanan tersebut. Atau kalian bisa memilih produk atau jasa layanan unggulan yang menjadi identitas bisnis kalian.

Contoh tagline dengan penyebutan produk atau jasa layanan antara lain tagline Depuppy “Pet Store Online Indonesia”, tagline toko-Indonesia.org “Pusat Bahan Makanan Indonesia di Jepang”, dan tagline oke.com “Toko Handphone Online Indonesia”. Pada ketiga tagline tersebut terlihat jelas produk yang ditawarkan sehingga konsumen yang berkunjung adalah konsumen yang memang mencari produk yang dimaksud. Dengan membuat tagline seperti ini, toko online kalian nantinya hanya akan dikunjungi oleh calon konsumen potensial saja. Dengan kata lain, tagline tersebut menjadi petunjuk jelas bagi konsumen. Konsumen yang hendak mencari kebutuhan fashion pastinya tak akan datang ke Depuppy, bukan?

 

5. Mendeskripsikan misi

Tagline Pegadaian

photo doc: wikimedia.org

Misi bisnis yang kalian kerjakan bisa juga menjadi sumber inspirasi untuk membuat tagline. Apakah misi kalian bagi banyak orang melalui bisnis yang sedang kalian geluti saat ini? Lantas apa pula manfaat misi bisnis kalian untuk para konsumen? Sebuah bisnis pastinya punya misi tertentu. Cobalah untuk merumuskan misi tersebut dalam sebuah frasa yang sederhana.

Sebagai contoh tagline dengan deskripsi misi antara lain tagline Pegadaian “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”, tagline Republika “Inspirasi untuk Perubahan”, dan tagline Holcim “Membangun Bersama”.  Beberapa contoh tagline tersebut menunjukkan misi bisnis yang dibagikan melalui tagline sehingga bergaung menjadi misi bersama.

 

6. Memprovokasi

Memancing emosi atau mengajak konsumen berpikir menjadi salah satu cara untuk membuat tagline yang efektif. Usik konsumen untuk memikirkan produk kalian atau libatkan konsumen untuk berpikir tentang produk kalian. Tagline bernada provokasi bisa dibuat dengan frasa pernyataan maupun pertanyaan. Beberapa tagline dengan nada provokasi misalnya saja, tagline Tolak Angin “Orang Pintar Minum Tolak Angin” dan tagline oli Top One “Oli Anda Top One Juga, ‘kan?”

 

7. Mengunggulkan diri

Tagline Kopi Kapal Api

photo doc: umikudori.blogspot.com

Menempatkan diri sebagai yang paling unggul bisa menjadi alternatif cara membuat tagline. Tagline dengan makna mengunggulkan diri ini sekaligus memberikan jaminan kepada konsumen bahwa mereka mendapatkan produk atau jasa layanan yang terbaik. Beberapa contohnya antara lain tagline Kapal Api “Jelas Lebih Enak” dan tagline Baygon “Jaminan Mutu”.


4 Kriteria Tagline yang Efektif

Dari beberapa cara membuat tagline iklan tersebut dan setelah mengamati beberapa contoh tagline, apakah kalian sudah mencoba membuat tagline sendiri? Apakah tagline yang kalian buat cukup efektif? Kriteria tagline yang efektif sesungguhnya tidak dilihat dari keindahan frasa tagline ketika diucapkan, tingkat kelucuannya, atau tingkat keunikannya. Tagline yang efektif harus bisa memenuhi beberapa kriteria berikut ini.

 

1. Jelas

Tagline tak sekedar sederhana dan enak didengar. Sebuah tagline haruslah mengandung makna yang jelas. Dua atau empat kata yang kalian gunakan sebaiknya menjelaskan produk, manfaat, keunggulan, target konsumen, atau misi bisnis kalian. Hindari membuat konsumen menebak-nebak atau berpikir keras untuk menemukan makna dari tagline yang kalian buat. Tagline yang jelas akan meningkatkan brand awareness dan melekat dengan identitas brand kalian. Sebaliknya, tagline yang hanya terdengar manis di telinga akan gagal melekat lalu dilupakan.

 

2. Spesifik

Aneka Tagline

photo doc: fiverr.com

Tagline yang gagal umumnya adalah tagline yang terlalu umum sehingga tidak menggambarkan apapun tentang bisnis kalian. Tagline tersebut dengan mudahnya bisa dilekatkan pada bisnis lainnya. Untuk itu pastikan tagline kalian spesifik mengarahkan konsumen pada bisnis kalian.

 

3. Mudah diingat

Kalian tentu tidak bisa memaksakan konsumen untuk mengingat merek produk atau jasa layanan yang kalian tawarkan. Tetapi jika tagline mudah diingat, setidaknya konsumen akan mengingat tagline tersebut. Selanjutnya tagline itu akan membantu mengarahkan mereka pada bisnis kalian.

 

4. Tidak berkonotasi negatif

Sebaiknya kalian berhati-hati dalam memilih kata per kata untuk tagline bisnis. Pastikan tidak ada kata-kata yang bisa menimbulkan konotasi negatif saat tagline tersebut diucapkan atau dituliskan. Pilih selalu kata-kata yang berkonotasi positif dan mengalirkan energi positif. Pastikan pula kata-kata pada tagline kalian tidak mirip dengan kata lain ketika diucapkan atau dituliskan. Tujuannya supaya tagline kalian tidak menimbulkan tafsir yang berbeda sehingga memicu terjadinya salah pengertian.


Butuh konsultasi mengenai pembuatan tagline? Bingung mulai dari mana?

#JanganBikinSusah


Nah, demikianlah cara membuat tagline iklan yang bisa kalian coba terapkan. Beberapa contoh tagline juga telah memberi gambaran yang jelas, bukan? Selanjutnya setelah membuat tagline, lakukan evaluasi. Tak cukup sekali, mungkin kalian perlu melakukan evaluasi berkali-kali hingga mendapatkan tagline yang efektif untuk bisnis kalian.